Rabu, 17 Juli 2013

Development of Science

Indonesian role in the Development of Science

Language is a means of communication between one another. With language, all things can be understood a specific purpose. In addition the language also used to convey a point, opinions, ideas to others in order to understand what we want. By Sunaryo (2000:6), without language (including Indonesian) science and technology can not grow and thrive. Moreover in the structure of Indonesian culture, it has a position, function, and the dual role of the roots and cultural products that also functions as a means of thinking and means of supporting the growth and development of science and technology. Without such language role, science and technology will not be developed.
Indonesian is also used as a means of development of national culture, science and technology. Indonesian is a tool that is used as the language of the mass media to support the development of science and technology.
The continued development of technology in our lives will impact on the development and growth of language as a means of supporting the growth of language as a means of supporting the growth and development of culture, science and technology. The positive and negative effects on the development of science and technology, namely:
The positive impact of science and technology development:
1. Providing various facilities
2. Facilitate the spread of information
3. Increased knowledge and insight
Negative impact of science and technology development:
1. Affect patterns of thinking
2. The loss of traditional culture
3. Many cause various damage

Perkembangan IT

Pandangan masyarakat tentang Teknologi Informasi dimata manusia sebagai Orang Tua

Kemajuan teknologi informasi seperti halnya tayangan Televisi (TV) bisa berdampak Positif atau Negatif. Hal ini sangat tergantung pada pemirsa atau pengguna.
Saya juga agak prihatin melihat tayangan TV belakangan ini, yang banyak menayangkan program acara terutama sinetron dan infotaiment yang cenderung mengarah pada tayangan berbau kemewahan, hedonisme, pertengkaran keluarga, pornografi dan mistik. Tayangan-tayangan tersebut seakan berlomba mengejar rating tanpa mempertimbangkan dampak bagi pemirsanya terutama bagi anak-anak.

Namun saya juga memberikan apresiasi terhadap TV yang banyak menampilkan tayangan ilmu pengetahuan, teknologi dan berita sehingga kita mengetahui perkembangan ilmu pengatahuan dan informasi terkini.Karenanya kita sebagai orang tua bisa memilah-milah tayangan yang bermanfaat. Kalau anak-anak lagi nonton sebaiknya didampingi dan berikan penjelasan apa isi dari tayangan itu.

Sepengatahuanku, dalam dunia pers itu ada kode etik jurnalistik yang mestinya menjadi pedoman bagi pekerja media. Selain itu, pemerintah juga telah membentuk Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sebagai lembaga pengontrol program tayangan televisi. Ini perlu dimaksimalkan perannya. Kita berharap KPI bisa lebih aktif mencermati tayangan televisi.



Sejarah dari UMM


Sejarah UMM





Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berdiri pada tahun 1964, atas prakarsa tokoh-tokoh dan Pimpinan Muhammadiyah Daerah Malang. Pada awal berdirinya Universitas Muhammadiyah Malang merupakan cabang dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, yang didirikan oleh Yayasan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Jakarta dengan Akte Notaris R. Sihojo Wongsowidjojo di Jakarta No. 71 tang-gal 19 Juni 1963.

Pada waktu itu, Universitas Muhammadiyah Malang mempunyai 3 (tiga) fakultas, yaitu (1) Fakultas Ekonomi, (2) Fakultas Hukum, dan (3) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)Jurusan Pendidikan Agama. Ketiga fakultas ini mendapat status Terdaftar dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi pada tahun 1966 dengan Surat Keputusan Nomor 68/B-Swt/p/1966 tertanggal 30 Desember 1966.

Pada tanggal 1 Juli 1968 Universitas Muhammadiyah Malang resmi menjadi universitas yang berdiri sendiri (terpisah dari Universitas Muhammadiyah Jakarta), yang penyelenggaraannya berada di tangan Yayasan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Malang, dengan Akte Notaris R. Sudiono, No. 2 tertanggal 1 Juli 1968. Pada perkembangan berikutnya akte ini kemudian diperbaharui dengan Akte Notaris G. Kamarudzaman No. 7 Tanggal 6 Juni 1975, dan diperbaharui lagi dengan Akte Notaris Kumalasari, S.H. No. 026 tanggal 24 November 1988 dan didaftar pada Pengadilan Malang Negeri No. 88/PP/YYS/ XI/ 1988 tanggal 28 November 1988.

Pada tahun 1968, Universitas Muhammadiyah Malang menambah fakultas baru, yaitu Fakultas Kesejahteraan Sosial yang merupakan fi‘lial dari Fakultas Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Jakarta. Dengan demikian, pada saat itu Universitas Muhammadiyah Malang telah memiliki empat fakultas. Selain itu, FKIP Jurusan Pendidikan Agama mendaftarkan diri sebagai Fakultas Agama yang berada dalam naungan Departemen Agama dengan nama Fakultas Tarbiyah.

Pada tahun 1970 Fakultas Tarbiyah ini mendapatkan status yang sama dengan Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (IAIN), dengan Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 50 Tahun 1970. Pada tahun ini pula Fakultas Kesejahteraan Sosial mengubah namanya menjadi Fakultas Ilmu Sosial dengan Jurusan Kesejahteraan Sosial. Kemudian pada tahun 1975 Fakultas ini resmi berdiri sendiri (terpisah dari Universitas Muhammadiyah Jakarta) dengan Surat Keputusan Terdaftar Nomor 022 A/1/1975 tanggal 16 April 1975.

Fakultas yang kemudian ditambahkan adalah Fakultas Teknik, yaitu pada tahun 1977. Pada tahun 1980 dibuka pula Fakultas Pertanian, kemudian menyusul Fakultas Peternakan. Antara tahun 1983 sampai dengan 1993, ditambahkan jurusan-jurusan baru dan ditingkatkan status jurusan-jurusan yang suudah ada. Yang terakhir, pada tahun 1993 Universitas Muhammadiyah Malang membuka Program Pascasarjana Program Studi Magister Manajemen dan Magister Sosiologi Pedesaan
. 
Sampai tahun akademik 1994/1995 ini, Universitas Muhammadiyah Malang telah memiliki 9 fakultas dan 25 jurusan/program studi tingkat strata Si, dua program studi strata-S2, dan satu akademi /strata-D3 Keperawatan.

Pada rentang tiga puluh tahun perjalanan UMM ini (1964- 1994), perkembangan yang paling berarti dimulai pada tahun 1983-an. Sejak saat itu dan seterusnya UMM mencatat perkembangan yang sangat mengesankan, balk dalam bidang peningkatan status Jurusan, dalam pembenahan administrasi, penambahan sarana dan fasilitas kampus, maupun penambahan dan peningkatan kualitas tenaga pengelolanya (administrasi dan akademik).  Tahun 2009, UMM menggabungkan Fakultas Pertanian dan Fakultas Peternakan-Perikanan menjadi Fakultas Pertanian dan Peternakan agar sesuai dengan konsorsium Ilmu-ilmu Pertanian.

Dalam bidang sarana fisik dan fasilitas akademik, kini telah tersedia tiga buah kampus:Kampus I di Jalan Bandung No. 1, Kampus II di Jalan Bendungan Sutami No. 188a, dan Kampus III(Kampus Terpadu) di Jalan Raya Tlogo Mas. Dalam bidang peningkatan kuantitas dan kualitas tenaga akademik, telah dilakukan (1) rekruitmen dosen-dosen muda yang berasal dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di pulau Jawa, (2) Peningkatan kualitas para dosen dengan mengirim mereka untuk studi lanjut (S2 dan S3) di dalam maupun di luar negeri.

Berkat perjuangan yang tidak mengenal berhenti ini, maka kini Universitas Muhammadiyah Malang sudah menjelma ke arah perguruan tinggi alternatif. Hal ini sudah diakui pula oleh Koordinator Kopertis Wilayah VII  yang pada pidato resminya pada wisuda sarjana Universitas Muhammadiyah Malang tanggal 11 Juli 1992, mengemukakan bahwa UMM tergolong perguruan tinggi yang besar dan berprospek untuk menjadi perguruan tinggi masa depan.

Dengan kondisi yang terus ditingkatkan, kini Universitas Muhammadiyah Malang dengan bangga tetapi rendah hati siap menyongsong masa depan, untuk ikut serta dalam tugas bersama "mencerdaskan kehidupan bangsa" dan "membangun manusia Indonesia seutuhnya" dalam menuju menjadi bangsa Indonesia yang bermartabat dan sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.


malang


nama      : intan pratiwi 
alamat   : jl. pakis 
asal         : malang 
jurusan : Pendidikan Bahasa Inggris

sumber

Sabtu, 26 Desember 2009

Apa itu cinta???

Bila telapak tangan berkeringat, hati deg2an, suara bgai tersnagkut di tenggorokan.
itu bkan cinta tapi suka.
Bila tangan tiada henti memegang dan menyentuhnya.
Itu bukan cinta tapi nafsu.
Bila kamu mw memberikan smw yang kamu skai.
Itu bukan cinta tapi murah hati
Bila kamu berkata, dialah satu2x.
itu bukan cinta tapi gombal
Bila kamu suka dia karena dia selalu menemani kamu.
itu bkan cinta tapi kesepian
bila kamu menerima dia karena takut dia sakit hati.
itu bukan cinta tapi kesepian

Lalu apa itu cinta???

Cinta adalah pengorbanan.
Mencintai berarti memberi.
Cinta adalah kematian atas egoisme.
Mencintai berarti menerima apa adanya tanpa syarat.
Emang menyakitkan, tapi itu adalah harga yang harus di bayar untuk cinta.....

Minggu, 15 November 2009